Laman

Tampilkan postingan dengan label Reksa dana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reksa dana. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2015

Cara Memilih Jenis Reksa Dana Yang Tepat


Masyarakat pada umumnya, selalu dihadapi kebingungan dalam menentukan instrumen investasi untuk mencapai tujuan keuangannya dan seringkali hal tersebut menjadi sebuah keputusan yang sangat rumit dan sulit. Rasa takut, bimbang dan sebagainya bercampur aduk akibat minimnya pengetahuan dan informasi, bahkan ini pun masih terjadi ketika sudah menentukan instrumen investasi, misalkan saja calon investor sudah memilih instrumen reksa dana.

Sebelum calon investor menempatkan investasi pada produk reksa dana, wajib untuk mengetahui tujuan keuangan anda masing-masing, tingkat toleransi terhadap risiko dan rentang waktu investasi, Sangatlah penting bagi para calon investor untuk memiliki keseimbangan antara tujuan, jangka waktu dan risiko yang mungkin dihadapi sebelum merencanakan strategi agar investasi dapat menghasilkan sesuai harapan dan tentunya tetap realistis.

Langkah selanjutnya, mengenal jenis-jenis produk agar sewaktu calon investor mendatangi Manajer Investasi, Agen Penjual Reksa Dana ataupun Supermarket Reksa Dana Online, tidak lagi asing dengan jenis produk yang bisa dipilih seperti:

  •  Reksa Dana Saham / Equity Fund / High risk 
  •  Reksa Dana Campuran / Balanced Fund / Medium - High risk
  •  Reksa Dana Pendapatan Tetap / Fixed Income Fund / Low - Medium risk
  •  Reksa Dana Pasar Uang / Money Market Fund / Low risk

Reksa Dana yang ditawarkan pada calon investor sudah dikategorikan berdasarkan kebijakan dan strategi investasi masing-masing jenis reksa dana. Ulasan lengkap mengenai jenis-jenis Reksa Dana dapat dibaca pada artikel "Perkenalan Jenis dan Tipe Reksa Dana".

contoh kuisioner profil risiko
Seringkali calon investor akan diberikan dan diminta untuk mengisi kuisioner berbentuk pilihan berganda untuk menentukan profil risiko yang akan menghasilkan kategori investor seperti sangat konservatif, konservatif, moderat dan agresif . Namun menurut saya metode ini kurang akurat bila digunakan sebagai acuan untuk memilih jenis reksa dana untuk memenuhi tujuan keuangan anda. Pemilihan reksa dana yang tepat seharusnya disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasinya. Pilihan jenis reksa dana yang tidak tepat berpotensi membuat tujuan keuangan seorang investor menjadi tidak tercapai.

Misalkan untuk dana pendidikan anak yang akan melanjutkan ke universitas dalam tempo 3-4 tahun ke depan, bukan berarti kita langsung memilih reksa dana saham yang imbal hasilnya paling tinggi, sebab reksa dana saham dalam jangka pendek bisa bergerak naik dan turun, mungkin saja ketika dana tersebut dibutuhkan, harga-harga saham sedang jatuh di titik yg terendah. Bila investor memaksakan diri untuk berinvestasi pada reksa dana saham dalam jangka waktu yang pendek, ini sama saja dengan berjudi dengan masa depan keluarga anda.

Contoh lainnya, seorang investor mendapati profil risiko dirinya berdasarkan hasil kuisioner adalah sangat konservatif yang artinya toleransi risiko terhadap fluktuasi nilai investasi sangat rendah. Namun, bukan berarti untuk mempersiapkan dana pensiun yang 15-25 tahun lagi lalu ditempatkan pada reksa dana pasar uang yang rendah risiko, karena mungkin saja imbal hasil dari reksa dana pasar uang dalam jangka panjang ternyata dibawah inflasi dan membuat hasil investasi anda tidak optimal serta tujuan keuangan tidak tercapai dengan baik.

Nah lantas bagaimana metode yang tepat dalam pemilihan jenis reksa dana?

Untuk kebutuhan dana yang akan digunakan dalam waktu kurang dari 1 tahun disarankan menempatkan investasi pada reksa dana pasar uang, reksa dana ini menghasilkan return kurang lebih seperti deposito, namun mempunyai kelebihan dari sisi likuiditas yang artinya dapat dicairkan kapan pun tanpa dikenakan biaya dan penalti. Berikut saya sertakan beberapa jenis reksa dana pasar uang sebagai referensi.

Reksa Dana Pasar Uang / Money Market

Bila dana anda akan digunakan dalam periode 2-3 tahun disarankan untuk menempatkan investasi pada reksa dana pendapatan tetap. Berikut saya sertakan beberapa dari reksa dana pendapatan tetap berkinerja terbaik sebagai referensi.

Reksa Dana Pendapatan Tetap / Fixed Income

Untuk periode 4-6 tahun disarankan untuk menempatkan investasi pada reksa dana campuran. Beberapa produk reksa dana campuran terkadang bisa mengalahkan kinerja reksa dana saham tertentu. Berikut saya sertakan contoh beberapa reksa dana campuran sebagai referensi.

Reksa Dana Campuran / Balanced Fund
Terkahir dan yg paling diminati untuk investor jangka panjang adalah Reksa Dana Saham, investasi di jenis reksa dana ini disarankan untuk tujuan keuangan diatas 7 tahun. Untuk investasi jangka panjang, reksa dana saham menghasilkan return yang paling tinggi dibanding jenis reksa dana lainnya. Berdasarkan hasil riset seorang pakar reksa dana di tanah air, secara historis investasi reksda dana saham dalam kurun waktu minimal 7 tahun, kemungkinan investor mengalami kerugian bisa dikatakan hampir tidak ada dan belum pernah terjadi. Saya sertakan juga contoh beberapa reksa dana saham berkinerja terbaik sebagai referensi.

Reksa Dana Saham / Equity Fund

Contoh produk reksa dana di atas berdasarkan data bulan April 2015 yang dikutip dari Indo Premier, hanya sebagai contoh dan tidak meliputi seluruh reksa dana yang ada dan dipasarkan di Indonesia. Untuk mendapatkan data produk reksa dana yang lengkap, anda dapat mengunjungi www.infovesta.com. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para calon investor reksa dana.

Jumat, 10 April 2015

Perkenalan Jenis dan Tipe Reksa dana




Reksa dana terbagi menjadi tiga jenis yaitu reksa dana terbuka, reksa dana index dan reksa dana terproteksi. Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya, reksa dana terbuka terdiri dari beberapa kategori sesuai dengan jenis portofolio yang dikelola, jenis-jenis reksadana adalah sebagai berikut:

Reksa Dana terbuka


Reksa Dana Pasar Uang


Reksa Dana Pasar Uang atau biasa disingkat RDPU adalah reksa dana yang wajib di investasikan pada efek bersifat hutang dengan jangka waktu kurang dari 1 (satu) tahun seperti serifikat deposito, surat berharga komersial dan SBI. Tujuan investasi pada RDPU adalah untuk tetap mendapatkan pertumbuhan nilai dan menjaga likuiditas dana. RDPU memiliki resiko dan imbal hasil yang paling rendah dibandingkan reksa dana lainnya. RDPU dapat digunakan bagi anda yang menginginkan pertumbuhan investasi jangka pendek yang rendah resiko dan bisa dicairkan kapan pun.

Reksa Dana Pendapatan Tetap


Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) adalah reksa dana yang wajib menempatkan minimum 80% asetnya dalam bentuk efek hutang/ obligasi yang diterbitkan pemerintah, agen pemerintah maupun perusahaan swasta. RDPT memberikan imbal hasil diatas suku bunga di pasar uang dan cocok bagi investor untuk jangka waktu investasi 1 hingga 3 tahun.

Reksa Dana Campuran


Reksa Dana Campuran merupakan gabungan dari efek ekuitas, efek hutang, surat-surat berharga dan instrumen pasar uang. Reksa dana ini memberikan imbal hasil lebih tinggi dari RDPT dengan volatilitas lebih rendah dari pada Reksa Dana Saham. Reksa Dana Campuran ditujukan bagi investor yang bersifat moderat dengan imbal hasil yang cukup tinggi dan dapat mentoleransi resiko fluktuasi atas nilai investasi, cocok untuk jangka waktu investasi 3 hingga 5 tahun.

Reksa Dana Saham


Reksa Dana Saham (RDS) adalah reksa dana yang wajib menempatkan minimum 80% dari asetnya pada saham yang terdaftar. Reksa dana ini cocok untuk investor yang agresif, ditujukan sebagai investasi jangka panjang yang memberikan pertumbuhan imbal hasil paling tinggi dengan fluktuasi nilai investasi yang relatif besar. Jangka waktu berinvestasi di Reksa Dana Saham minimal 5 tahun.

Reksa Dana Index


Reksa Dana Index adalah reksa dana yang mengelola dana investor dengan tujuan mendapatkan hasil investasi yang relatif serupa dengan suatu index yang dijadikan acuan, seperti index saham atau obligasi. Reksa Dana ini bersifat pasif dan diwajibkan untuk mengelola minimal 80% dari total aktivanya pada sekumpulan efek yang masuk dalam kategori index yang dijadikan acuan. Sebagian investor meyakini bahwa pengelolaan dana secara pasif dapat memberikan hasil investasi yang lebih optimal.


Reksa Dana Terproteksi


Reksa Dana Terproteksi (RDT) adalah reksadana yang memberikan proteksi 100% terhadap nilai pokok investasi nasabah pada saat jatuh tempo. Reksa dana ini mempunyai jangka waktu yang sudah ditentukan Manajer Investasi pada masa penawaran, dan dapat dicairkan sebelum jatuh tempo, namun disesuaikan pada harga pasar saat itu, dengan kata lain menghilangkan fasilitas proteksi itu sendiri. Reksa dana ini ditujukan bagi para investor yang bersifat konservatif yang ingin mendapatkan imbal hasil yang terukur dalam jangka waktu investasi tertentu.

Kamis, 09 April 2015

Sekilas Tentang Saham dan Reksadana



Investasi, penulis yakin kita semua sudah sering mendengar kata ini dan investasi juga memiliki lingkup yang luas serta beragam. Investasi sendiri pun terbagi menjadi dua jenis, yaitu investasi sektor riil dan sektor finansial. Investasi sektor riil contohnya seperti membeli logam mulia, bangunan, rumah, toko, perusahaan atau pabrik dan sebagainya. Di blog ini penulis tidak akan membahas tentang investasi sektor riil namun kita akan membahas dan berdiskusi mengenai investasi finansial khususnya mengenai saham dan reksa dana.

Tujuan utama dari berinvestasi pada instrumen saham dan reksa dana sendiri adalah untuk mempertahankan nilai mata uang dari serangan inflasi dan juga memperoleh keuntungan atau imbal hasil. Saham dan reks adana juga mempunyai resiko yang perlu kita kenali agar dapat diukur dan perhitungkan berdasarkan tujuan dan rentang waktu berinvestasi. 

Saham adalah sarana berinvestasi yang termasuk dalam kategori agresif, saham dapat menghasilkan keuntungan yang fantastis namun juga memiliki resiko yang tinggi. Sebelum mulai berinvestasi di saham, penulis sangat menyarankan untuk mempelajari terlebih dahulu instrumen ini, jangan berinvestasi pada hal yang tidak kamu mengerti, apalagi hanya ikut-ikutan teman atau hanya mengandalkan saran dari broker. Kita wajib untuk mengetahui potensi, resiko dan bagaimana cara mengelola dan memonitornya. Sekarang ini banyak dan mudah kita jumpai buku-buku dan pelatihan yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita di bidang saham. Namun bila anda tidak mempunyai waktu atau keinginan untuk belajar, penulis menyarankan untuk menjauhi instrumen ini karena akan sangat berbahaya bagi keuangan anda.

Reksa dana merupakan wadah yang mengumpulkan dana investor dengan cara membeli unit penyertaan untuk dikelola oleh manajer investasi yang profesional ke dalam portofolio investasi yang berupa saham, obligasi dan pasar uang. Produk reksa dana jumlahnya cukup banyak sehingga kita dapat memilih berdasarkan manajer invetasi dan kategori produk tersebut. Secara umum reksa dana terbagi menjadi beberapa kategori seperti :
  • Reksa dana saham ( High Risk, High Return)
  • reksa dana campuran ( Medium High Risk, Medium High Return)
  • reksa dana pendapatan tetap (Medium Risk, Medium Return)
  • reksa dana pasar uang. (Low Risk, Low Return)
Masing-masing kategori memiliki potensi keuntungan dan resiko yang dapat disesuaikan dengan profil dan tujuan investasi dari investor. Bagi calon investor yang tidak memiliki waktu untuk mempelajari teknik dan cara berinvestasi saham, penulis menyarankan untuk berinvestasi pada instrumen reksa dana karena dikelola oleh institusi dan profesional yang berpengalaman di bidang tersebut sehingga investasi menjadi lebih terjamin dan tentunya bisa menghasilkan keuntungan bagi para investor.